jump to navigation

Energi 20 Oktober 2010

Posted by danscom in Uncategorized.
add a comment

Energi meupakan kemampuan melakukan kerja (usaha). Kerja yang dilakukan dapat berbentuk gaya yang menyebabkan perpindahan benda atau perubahan bentuk energi yang dimiliki benda.

Bentuk-bentuk energi.

Energi dapat berbentuk sebagai energi listrik, energi kimia, energi cahaya, energi bunyi, energi mekanik  dan lain-lain. Energi kimia contohnya adalah energi yang terkandung dalam bahan makanan seperti nasi, ikan, daging dll. atau yang tersimpan dalam bahan bakar seperti minyak, batu bara dan gas.

Energi Listrik adalah energi yang dihasilkan oleh perpindahan muatan-muatan listrik pada konduktor. Arus listrik tersebut dapat menyalakan berbagai peralatan elektronik yang kita miliki.
Energi Mekanik adalah energi yang dimiliki benda karena geraknya. Energi mekanik memiliki 2 macam energi di dalamnya yakni Energi Potensial (Ep) dan Energi Kinetik (Ek).

Hukum Kekekalan Energi

Yang dimaksud hukum Kekekalan Energi adalah Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi energi hanya dapat bentuk menjadi bentuk energi lain. Dengan demikian suatu energi yang dimiliki oleh suatu benda, maka jika kita amati energi tersebut merupakan perubahan bentuk dari energi lain. Sebagai contoh energi cahaya yang kita lihat terpancar dari sebuah bola lampu listrik, maka cahaya tersebut sesungguhnya merupakan perubahan bentuk dari energi listrik yang mengalir melalui jaringan listrik pada bola lampu.

Energi Mekanik ( Em )

Energi Mekanik merupakan salah satu bentuk energi yang dimiliki oleh sebuah benda yang berkaitan sifat-sifat (gerak) mekanik benda. Energi mekanik (Em) terdiri dari dua buah energi yakni Energi Potensial (Ep) dan Energi Kinetik (Ek) dan secara matematika ketiganya dirumuskan dalam pesamaan sbb:

Em = Ep + Ek        — 1)

Energi Potensial ( Ep)

Energi Potensial (Ep) adalah energi yang dimiliki suatu benda yang disebabkan oleh letak/kedudukan benda tersebut. Besar energi potensial benda (Ep) bergantung pada ketinggian (h) artinya semakin tinggi kedudukan benda maka energi potensialnya akan semakin besar, demikian sebaliknya semakin rendah kedudukan suatu benda maka semakin kecil pula nilai energi potensial yang dimiliki benda. Sehingga energi potensial dirumuskan sbb :

Ep = m . g . h    — 2)

dimana :
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s²)
h = ketinggian benda (m)

Energi Kinetik (Ek)

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda yang bergerak, sehingga besar energi kinetik benda sangat dipengaruhi oleh besar kecepatan gerak benda (v). Energi kinetik dirumuskan sbb :

Ek = ½ m . v²  —- 3)

dimana :
m = massa benda (kg)
v = kecepatan benda (m/s)

Dari persamaan 1) di atas apabila kemudian digabungkan dengan persamaan 2) dan 3) maka dapat dituliskan persamaan untuk Energi Mekanik sebagai berikut :

Em = Ep + Ek

Em = m.g.h  + ½.m.v²

Usaha 12 April 2010

Posted by danscom in Uncategorized.
add a comment

Pengertian Usaha dalam pengertian umum tidak sama dengan usaha dalam pelajaran fisika. Usaha dalam pengertiannya menurut ilmu fisika erat sekali hubungannya dengan gaya (F) dan perpindahan (s). Apabila pada suatu benda diberikan kepadanya sebuah gaya (F) kemudian karena pengaruh gaya tadi maka benda tersebut menjadi bergerak dan berpindah sejauh (s) maka dapat dikatakan terhadap benda tersebut telah dikenakan usaha yang besarnya adalah merupakan hasil kali dari gaya yang bekerja (F) dengan besarnya jarak perpindahan (s). Oleh karena itu sebuah Usaha(W) dapat dinyatakan secara matematis sebagai berikut :

W = F . s                           (1)

keterangan :
W = Usaha  ( joule )
F  = Gaya (newton)
s  = perpindahan (meter)

Gaya 19 Maret 2010

Posted by danscom in Uncategorized.
add a comment

Gaya dalam kajian ilmu fisika dapat diartikan sebagai tarikan atau dorongan. Gaya dinyatakan sebagai sebuah besaran vektor yaitu besaran yang memiliki nilai (besar) juga arah. Oleh sebab itu dalam penggambarannya sebuah gaya yang bekerja disimbolkan dengan sebuah anak panah dimana panjang anak panah mewakili besar gaya dan arah anak panah mewakili arah gaya.



Penggabungan gaya dan penguraian gaya.

Sebagai sebuah besaran vektor,maka gaya juga memiliki sifat-sifat yang dimiliki oleh sebuah vektor.  Salah satu sifatnya adalah gaya-gaya tersebut dapat digabungkan (dijumlahkan) dan diuraikan.

Bentuk penggabungan (penjumlahan) gaya-gaya dapat dibedakan untuk gaya-gaya yang sejajar dan gaya-gaya yang tidak sejajar. Penjumlahan gaya-gaya yang sejajar masih dibedakan lagi untuk gaya-gaya yang searah dan gaya-gaya yang berlawanan arah.

Penjumlahan gaya-gaya yang sejajar secara umum dapat dituliskan dalam bentuk persamaan :

Σ F = F 1 + F 2 + F 3 + … + F n

dengan catatan (aturan) bahwa jika gaya tersebut arahnya ke kanan bernilai (bertanda) positif sedangkan jika arah gaya ke kiri bernilai negatif.

Maka berdasarkan gambar 3 besarnya gaya gabungan (gaya resultan) menjadi :

gambar 3 a :

Σ F = F 1 + F 2 , kedua gaya bernilai positif

gambar 3 b :

Σ F = F 1 – F 2 , F 1 bernilai positif (kanan) dan F 2 bernilai negatif (kiri)

Tekanan Hidrostatis 12 Maret 2010

Posted by danscom in Uncategorized.
add a comment

Tekanan pada zat cair (fluida) secara umum dibedakan menjadi dua jenis tekanan, yakni tekanan pada zat cair yang tidak bergerak (mengalir) serta tekanan yang zat cair yang bergerak (mengalir).

Pada pembahasan kali ini kita akan lebih memfokuskan tekanan pada zat cair yang tidak bergerak atau yang lebih dikenal dengan Tekanan Hidrostatis. Secara konseptual tekanan hidrostatis adalah tekanan yang  berlaku pada fluida atas dasar Hukum Pascal.

Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang diberikan oleh gaya berat zat cair itu sendiri pada suatu luas bidang tekan. Dengan asumsi bahwa zat cair dalam bentuk lapisan-lapisan sesuai dengan tingkat kedalaman yang terukur dari permukaan zat cair. Maka tekanan hidrostatis  zat cair adalah sama besar untuk setiap bagian zat cair yang memiliki kedalaman yang sama.

Perhatikan gambar !

Besarnya tekanan hidrostatis :

p = F / A  ….. (1)

karena gaya (F) yang bekerja adalah merupakan gaya berat zat cair(w) yang berada di atasnya, sedangkan w = m.g ,maka persamaan (1) menjadi ..

p = w / A

p = m.g / A   …. (2)

massa ( m ) zat cair,apabila dihubungkan dengan massa jenis ( ρ ) dan volume ( V ) menjadi : m = ρ . V maka,

p =  ρ . g . V / A  …. (3)

karena V / A merupakan pembagian antara volume dengan luas bidang yang akan menghasilkan komponen tinggi (kedalaman) sehingga ,Tekanan hidrostatis dirumuskan sebagai,

p = ρ . g . d  …. (4)

dimana :

p = tekanan hidrostatis  (N/m2)

g = percepatan gravitasi bumi (m/s2)

ρ = massa jenis zat cair (kg/m3)

d = kedalaman zat cair (m)

Tekanan 9 Maret 2010

Posted by danscom in Uncategorized.
add a comment

Tekanan (P) menyatakan besarnya gaya (F) yang bekerja pada suatu satuan luas (A), sehingga secara matematis besarnya tekanan dinyatakan sebagai :

P = F / A               …. (1)

Satuan :  N/m2  atau Pa (pascal)

Dengan demikian terdapat 2 faktor yang mempengaruhi besarnya tekanan pada suatu benda adalah (1) Besarnya gaya yang bekerja dan (2) Besarnya luas bidang yang menekan atau ditekan. Tekanan menjadi besar jika gaya yang bekeja besar dan luas bidang tekan kecil.

Gaya yang menekan adalah gaya berat benda(w) yang memiliki arah ke bawah.

Besaran dan Pengukuran 17 Oktober 2009

Posted by danscom in Uncategorized.
add a comment

Dalam fisika terdapat banyak sekali besaran-besaran, bahkan kita sering menggunakan berbagai macam besaran dalam kehidupan. Besaran memiliki pengertian sesuatu yang memiliki nilai (value) dan satuan (unit). Nilai dan satuan inilah yang merupakan syarat sesuatu bisa disebut sebagai suatu besaran. Secara umum besaran dibedakan menjadi 2 macam yakni :

  1. Besaran Pokok, yakni besaran yang satuan-satuannya didefinisikan (dibuat) secara khusus.
  2. Besaran Turunan, yakni besaran yang didefinisikan (dibuat) dengan cara diturunkan dari besaran pokok.

Besaran pokok terdiri dari 7 jenis besaran yang meliputi :

  1. Besaran panjang satuannya meter
  2. Besaran massa satuannya kilogram
  3. Besaran waktu satuannya sekon
  4. Besaran suhu mutlak satuannya kelvin
  5. Besaran kuat arus listrik satuannya ampere
  6. Besaran intensitas cahaya satuannya kandela
  7. Besaran jumlah zat satuannya mol

Adapun lainnya adalah merupakan besaran turunan, yang diturunkan dari satu, dua atau lebih besaran pokok.

Contohnya :

  1. Luas dan Volume merupakan besaran turunan dari besaran Panjang.
  2. Kecepatan dan Percepatan diturunakn dari besaran Panjang dan Waktu.
  3. Massa jenis dan Berat jenis merupakan besaran turunan dari besaran Panjang, Massa dan Waktu.


Salam Jumpa 25 September 2009

Posted by danscom in Uncategorized.
add a comment

Hi, Salam jumpa khususnya buat adik-adik pelajar di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dimanapun berada, sungguh senang dapat bertemu dengan kalian semua khususnya dalam kaitannya dengan pembelajaran di mata pelajaran sains. Kami berharap dengan adanya materi-materi yang kami tuliskan dalam blog ini dapat kiranya membantu adik-adik untuk mudah menerima dan memahami pelajaran-pelajaran sains di sekolah. Kami akan terus berusaha untuk memberi yang terbaik untuk itu kami akan berterima kasih jika ada tanggapan/kritik maupun saran yang ditujukan kepada kami demi kemajuan belajar adik-adik semua.